AIESEC di FSRD UNS (Gerabah and Batik Class)

Total
0
Shares

AIESEC merupakan organisasi organisasi non profit, non politik, serta independen yang dijalankan oleh mahasiswa dan lulusan muda dari institusi pendidikan tinggi. Dampak yang diharapkan dari organisasi ini adalah memungkinkan kaum muda untuk menemukan dan juga mengembangkan potensi mereka melalui kepemimpinan agar dapat memberikan pengaruh positif pada masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan pada tahun 2016 adalah Sriwedari Project, yaitu sebuah proyek tentang kebudayaan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada para peserta tentang kebudayaan yang ada di Jawa Tengah, khususnya Surakarta.

Fakultas Seni Rupa dan Desain sebagai salah satu bagian dari trainer AIESEC tersebut mengadakan acara yang merupakan bagian dari Sriwedari Project. Salah satunya adalah kegiatan Membuat Kerajinan Tangan Lokal, dalam kegiatan ini Peserta diberikan Tutorial Gerabah Class dengan tema “ Watch How To Make Garabah and Make Their Own Gerabah” yang dilaksanakan pada Hari Kamis, 14 Juli 2016 di Studio Keramik Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS.

Dalam kegiatan ini peserta pada awalnya diperkenalkan tentang dasar gerabah secara teori oleh tutor, kemudian dilanjutkan dengan praktikum membuat gerabah di Lingkungan FSRD UNS yang hasil dari gerabah itu kemudian akan di bakar di tungku pembakaran. Kegiatan selanjutnya yang dilaksanakan pada 18-23 Juli 2016, peserta mengikuti kelas membatik. Sebanyak delapan mahasiswa asing dari negara Yaman, Sierra Leone, Nigeria, Suriname, China, Madagaskar, Mozambik, dan Tanzania belajar membatik di Galeri Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (19/07/2016).

Kursus ini bertujuan untuk memperkenalkan batik Indonesia kepada masyarakat mancanegara khususnya para mahasiswa asing. Dengan langkah ini mereka akan menyebarkan informasi tentang batik negaranya. Kursus singkat batik tersebut diawali dengan pengenalan dengan batik klasik dan kraton yang dilanjutkan pengenalan pola yang dekat dengan kehidupannya yakni flora dan fauna antara lain berupa gambar bunga, ikan, ular dan sebagainya. Pola flora dan fauna itu ternyata itu sangat memudahkan dan mendorong antusias peserta kursus dalam menciptakan pola dan mendalami batik.

(sebagian berita dan foto dari :Timlo.com dan krjogja.com)

batik3-qpm berita_292022_800x600_batik19 1 3  

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like