Research Group (RG) Green Economy Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Sragen, Rabu, 22 September 2021.

RG yang diketuai oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, dosen yang juga Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS itu melakukan edukasi dan pendampingan kepada perangkat desa Ngargosari Sragen dalam hal pengelolaan kawasan wisata WKO. Di kawasan ini, tim mengembangkan perpaduan antara ekologi dan edukasi tourism, sebuah konsep wisata yang memadukan antara pendidikan dan lingkungan.

Prof. Izza menyampaikan, WKO merupakan salah satu waduk di Jawa Tengah yang berada di tiga kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali. Saat ini, WKO wilayah Sragen memiliki potensi yang sangat bagus dan luar biasa, khususnya di bidang ekologi yang akan bisa dikembangkan dan dipadukan dengan edukasi, namun selama ini belum di bangun dan masih belum dikelola dengan baik

“Pembangunan kawasan wisata mempunyai lima aspek utama yaitu what to see, what to do, what to buy, what to arrive dan what to stay. Kelima aspek tersebut merupakan indikator yang akan membantu dalam pengembangan kawasan wisata WKO, khususnya yang ada di wilayah Sragen”, tuturnya melalui rilis yang diterima feb.uns.ac.id.

Pada aspek what to see, apa yang akan dilihat di WKO. Potensi utama tersebut antara lain potensi perairan yang luas, kawasan berhutan yang hijau dengan pemandangan dan udara yang menyejukkan, potensi ini dikembangkan dengan bantuan indikator yang kedua.

What to do,  melalui pengembangan untuk perikanan khususnya budidaya dengan menggunakan karamba, wisata kuliner, wisata memancing, wisata dan permainan air dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

Potensi lahan yang cukup luas bisa dimanfaatkan untuk tanaman buah khususnya kelengkeng dan jambu kristal yang bisa tumbuh subur, camping ground, olah raga minat khusus terutama yang bernuansa out bond dan pembangunan gardu pandang dengan spot foto instagramable.

Track yang sudah dibangun untuk jalan kaki dan bersepeda bisa ditambahkan dengan berbagai alat transportasi lain seperti bendi, kereta kelinci dan fasilitas lain yang memberikan kemudahan  bagi pengunjung untuk berkeliling.

What to buy, outlet kuliner dan cindera mata bisa dikembangkan di sepanjang jalur track dan pinggiran waduk akan menarik wisatawan untuk dating dan juga menghidupkan ekonomi masyarakat.

What to arrive, yaitu bagaimana pelaku usaha dan penggiat wisata merancang event berkala yang akan menarik minat pengunjung untuk datang, misalnya festival layang-layang, festival kuliner, festival perahu hias  maupun yang lainnya, sehingga pengunjung akan datang pada acara tersebut.

Pada aspek terakhir yakni what to stay, saat ini penginapan bernuansa alam banyak diminati, dengan tenda, glamping justru  akan menarik masyarakat datang dari berbagai kalangan khususnya pelajar.

Potensi lain,  Desa Ngargosari merupakan pengampu wilayah WKO Sragen sebagai salah satu desa melek internet yang dicanangkan oleh Kabupaten Sragen. Internet memberikan pengaruh bagi pengembangan kepariwisataan dan kemudahan untuk akses internet akan menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk hadir.

Sementara itu, kelemahan utama WKO wilayah Sragen adalah kurang bagusnya akses menuju lokasi. Potensi dan kelemahan tersebut tentu membutuhkan rencana pengembangan dan upaya komprehensif yang dilakukan oleh berbagai stakeholder baik dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi maupun media.

“Pemerintah memiliki tugas dan kewenangan dalam pembangunan sarana jalan dan fasilitas lain di lokasi WKO, pelaku usaha memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan kemenarikan WKO baik berupa event, fasilitas penunjang  dan kuliner, akademisi berkewajiban untuk melakukan penelitian dan pengabdian yang mendorong semakin hidup dan berkembangnya WKO, serta media bertugas menjadi corong promosi  bagi kawasan WKO” tegasnya.

Kelima unsur yang disebut dengan pentahelix tersebut apabila bekerja dengan menyeluruh maka akan memberikan poin penting bagi pengembangan WKO sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik. (Humas FEB)