Era serba digital seperti ini jarak tempuh antara bagian dunia yang satu dan yang lainnya semakin tidak berarti, karena itu pentingnya memahami dan menerjemahkan berbagai bahasa sangatlah vital. Mengilhami hal tersebut Program Studi (prodi) S-2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, mengadakan International Seminar on Translation and Linguistics (SEMIOTICS) 2021 dengan mengambil tajuk Language and Translation in The Digital Era: What is the Future?, kegiatan yang berlangsung selama dua hari (12-13/10/2021) ini disiarkan secara langsung melalui Zoom Meeting dan kanal Youtube FIB UNS.

SEMIOTICS tahun ini menghadirkan enam pembicara Prof. Dr. Juliane House (Hamburg University, Germany), Dr. Sharifah Fazliyaton Shaik Ismail (Universiti Utara Malaysia), Prof. Dr. E. Aminuddin Aziz (Kepala Badan Bahasa), Dr. Sugeng Hariyanto, (Politeknik Negeri Malang), Dr. Henry Yustanto (UNS), dan Dr. Dyah Ayu Nila Khrisna (UNS).

Dr. FX. Sawardi, selaku Kepala Program Studi S-2 Linguistik dalam sambutannya mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam SEMIOTICS kali ini linier dengan kondisi sekarang. Terlebih, saat ini banyak aspek kehidupan yang beralih ke digital, baik dalam surat menyurat, komunikasi, jual-beli, arsip, pembelajaran, dan bidang lainnya.

“Saat ini komunikasi secara daring atau melalui media digital dianggap lumrah, namun terkadang ada beberapa makna pengartian yang berbeda antara penutur dan mitra tutur. Dalam menghadapi perubahan ini, kami mengundang pembicara untuk mengulas permasalahan bahasa dalam dunia digital. Analisis kebahasaan menggunakan cara digital” tutur Dr. FX. Sawardi

Pada hari pertama (12/10/2021) Prof. Dr. E. Aminuddin Aziz membuka pembahasan dengan materinya yang berjudul Penerjemahan di Era Digital. Menurut beliau masyarakat Indonesia pada umumnya sering disebut sebagai masyarakat oral, ditandai salah satunya dengan  banyaknya dongeng-dongeng yang dituturkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Prof. Aminuddin Aziz juga menjabarkan beberapa kendala pengembangan mesin penerjemahan. “Pengembangan mesin penerjemahan bergantung pada korpus dan deskripsi bahasa serta banyak bahasa nondominan (seperti bahasa daerah) yang belum dicakup mesin penerjemahan” ungkapnya.

Kemudian sebagai pembicara terakhir pada hari pertama adalah Dr. Henry Yustanto. Dalam penjabarannya yang berjudul Penelitian Fonologi di Era Digital, Wakil Dekan SDM, Keuangan, dan Logistik FIB UNS itu menjelaskan bahwa dalam ilmu fonologi terdapat penelitian akustik. Adapun beberapa acuan yang bisa digunakan dalam penelitian akustik adalah eksperimen produksi ujaran, analisis akustik ujaran, dan eksperimen uji persepsi ujaran.

SEMIOTICS hari pertama dihadiri sekitar 90 peserta dari kalangan mahasiswa S-2 linguistik dan para akademisi dari seluruh Indonesia. Hari kedua SEMIOTICS akan menghadirkan Prof. Dr. Juliane House, Dr. Sharifah Fazliyaton Shaik Ismail, Dr. Sugeng Hariyanto, dan Dr. Dyah Ayu Nila Khrisna. (Rensi)