Memasuki puasa di hari ke lima belas bulan Ramadhan, FEB adakan buka puasa civitas akademika FEB UNS bersama dengan anak yatim dan duafa, Kamis 31/5/2018 di Aula FEB UNS.

Dekan (tengah) bersama dengan BEM FEB, pendamping dan wakil anak yatim dari Griya Yatim dan Dhuafa

Kegiatan yang rutin dilaksanakan FEB sekali dalam setahun ini diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa serta anak yatim dan duafa dari Griya Yatim Duafa Surakarta dan para pendamping.

Dekan FEB UNS, Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si. dalam sambutannya menyatakan bahwa buka puasa bersama dengan anak yatim ini semoga memberikan kemanfaatan yang lebih, tidak hanya sekedar makan bersama namun juga sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita.

Kebersamaan anak-anak yatim dengan civitas akademika FEB UNS

“Kehadiran anak yatim di tengah-tengah kita diharapkan menggugah rasa peduli. Mereka merupakan aset bangsa, perlu mendapatkan perhatian masyarakat agar dapat berkembang menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik dan memiliki keimanan.

Kajian sebelum buka puasa disampaikan oleh  Izza Mafruhah, SE, M.Si, tenaga pendidik FEB dengan tema Al Quran sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan.

Diawal kajiannya, Izza mengajarkan kepada kita adab bersyukur seperti yang tertera dalam An Nashr, jika telah datang kemenangan dan pertolongan Alloh, maka ucapkanlah tasbih (subhanalloh), hamdalah (Alhamdulillah), istighfar (astaghfirulloh).

“Mengapa setelah alhamdulillah kita juga ucapkan istighfar, kita memohon ampun kepada Alloh. Hal ini agar menjadi benteng dari datangnya sifat tercela atas kebaikan yang didapatkan. Hati manusia sering berbolak balik, sangat lemah, disaat beroleh suatu kebahagiaan atau keberuntungan, dimungkinkan disiipi oleh rasa ujub yaitu mengagumi diri sendiri, merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain ataupun riya’ yaitu memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia ‘ jelas Izza

Dalam tausiyahnya tentang Al Quran, Izza menjelaskan bahwa Al Quran yang diturunkan Alloh adalah sebagai petunjuk bagi manusia dan juga furqon, pembeda haq dan batil.

Al Quran yang terdiri dari 30 juz dan 114 ayat tidak pernah membedakan antara ilmu agama dan umum. Didalamnya segala ilmu pengetahuan itu ada. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Luqman ayat 27, dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Banyak para ilmuwan yang memperoleh petunjuk karena mempelajari kandungan Alquran.

Alquran juga memotivasi kita untuk selalu bersemangat dalam beraktifitas. Seperti yang termaktub dalam Al-Insyirah, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (diulang dua kali), Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.

Diakhir tausiyahnya, Izza berpesan agar Alquran tidak sekedar dibaca, namun juga dipelajari kandungan maknanya agar beroleh banyak ilmu dan menjadi petunjuk serta pembeda haq dan batil dalam menjalankan kehidupan di dunia.

Sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim, selain buka puasa bersama, fakultas dan organisasi kemahasiswaan FEB juga memberikan kenang-kenangan kepada anak yatim dan duafa.

Acara ditutup dengan buka puasa dan shalat berjamaah di Mushola FEB Al Latif.

Komentar

Shares