Mahasiswa merupakan penerus perjuangan bangsa yang nantinya akan mengemban tugas untuk memimpin bangsa, baik saat berada di dalam masyarakat maupun bernegara. Mahasiswa juga di hadapkan pada persaingan global dan kesempatan kerja yang semakin sempit dan kompetitif. Berdasarkan pemikiran tersebut maka perlu disiapkan individu yang handal baik dari segi mental, kemampuan intelektual, keunggulan dan keterampilan yang kemudian akan dipergunakan sebagai nilai tambah dari lulusan perguruan tinggi.

Menyadari hal ini, mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa Prodi Sastra Daerah aktif melakukan kegiatan yang mengasah kemampuan minat dan bakat yang mereka miliki. Sepert yang baru saja mereka lakukan yakni menggelar bedah buku Kalingan Ayang-Ayang di R. Seminar, Jumat (11/5) dengan menghadirkan penulisnya Fahmi Abdillah sebagai narasumber.

Pembina HMP Pandawa Prasetyo Adi Wisnu Wibowo sekaligus dosen Prodi Sastra Daerah mengatakan, “Kegiatan bedah buku ini sangat menarik untuk berdiskusi bersama dengan narasumbernya. Dan untuk seterusnya bisa dikemas dan diadakan diskusi di tempat lain seperti di rumah Banjarsari, rumah budaya kratonan, rumah budaya Laweyan sebagai sarana promosi wisata budaya sekaligus melestarikan budaya, seni, sastra dan bahasa melalui diskusi ilmiah.”

Sementara Kaprodi Sastra Daerah Supana, mengatakan, “Dengan diskusi ini mahasiswa diberikan tambahan wawasan untuk meningkatkan keilmuwan, salah satunya meningkatkan literasi yaitu kemampuan untuk memahami buku-buku teks atau bacaan selain itu meningkatkan kemampuan menulis.”

Kegiatan bedah buku ini dihadiri kurang lebih 50-an peserta dari civitas akademika di lingkungan FIB. supaya memberika aspirasi penulis dan memberikan wadah berdiskusi kepada mahasiswa Sastra Daerah.

Menurut narasumber, antologi cerkak (puisi) Kalingan Ayang-Ayang berjumlah 20 karya ini memiliki tema yang bervariasi, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Antologi “Kalingan Ayang-Ayang” merupakan kumpulan cerkak yang memiliki cerita singkat dan alur yang mudah dipahami, serta adanya ending yang mengejutkan dan ngentul. Gaya penulisan dengan menggunakan lead yang beragam juga menambah kesan estetika pada setiap cerkak yang ada di dalamnya.

Bedah buku berlangsung sehari dan diakhir paparan narasumber ada sesi tanya jawab untuk mewadahi keingintahuan para mahasiswa yang hadir. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat membaca dan menulis cerkak bagi mahasiswa ­­­di tengah-tengah kemrosotan karya Sastra Jawa ini. Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk mahasiswa yang sedang belajar Sastra dan bahasa Jawa.

Sumber : http://fib.uns.ac.id/berita/hmp-pandawa-adakan-bedah-buku-kalingan-ayang-ayang-karya-fahmi-abdillah/

Komentar

Shares