Fakultas Ilmu Budaya bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah, menyelenggarakan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi pengelola media massa cetak Kota Surakarta, Selasa-Kamis (29-31/8) di Ruang Seminar.

Kegiatan yang berlangsung tiga hari tersebut bermula dari kekhawatiran terhadap kondisi kebahasaan Indonesia terutama kebahasaan di media massa cetak. Sebagaimana diketahui, pada saat ini Bahasa Indonesia mengalami perkembangan dan perubahan yang pesat karena pengaruh arus globalisasi. Pemakaian bahasa secara baik dan benar masih memprihatinkan dan budaya baca tulis pemakainya masih relatife rendah.

Peserta berjumlah empat puluh orang, berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar di kota Surakarta serta media pers universitas di Soloraya. Para pelajar dan mahasiswa tersebut dalam organisasinya mengelola media massa cetak yang berada dalam naungan sekolahnya.

Dalam sambutan pembukaan, Riyadi Santosa, Dekan Fakultas Ilmu Budaya mengungkapkan, “Bahasa Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua dan harus kita jaga keutuhannya sebagai bagian yang integral yang tidak bisa dipisahkan dengan NKRI.”

“Dari tangan-tangan generasi muda akan muncul tulisan-tulisan yang mengekspresikan Bahasa Indonesia secara utuh baik itu mengembangkan pers, akademik maupun kesenia,”lanjut beliau

Sementara itu, dari pihak Balai Bahasa diwakili oleh Surya Handono. Di hadapan peserta yang hadir  beliau mengatakan, “Pembenahan perlu dilakukan bersama-sama. Salah satunya, terobosan dalam pemakaian bahasa media massa untuk menjadi tumpuan dan harapan dalam rangka pembinaan pemartabatan Indonesia.  Untuk itu mari bersama-sama kita meningkatkan dan mengembangkan bahasa dan sastra di kota Surakarta.”

Untuk membekali peserta, narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya telah dihadirkan,  yakni dari kalangan akademisi maupun praktisi dari Solopos. Diharapkan para peserta mampu meningkatkan  mutu tulisan, khususnya di media massa yang mereka geluti.

Sumber: http://fib.uns.ac.id

Komentar

Shares