Bertempat di Ruang Sidang I FEB, Rabu, 14/6/2017, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Mawalumni) FEB adakan wawancara Dispensasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester Agustus 2017-Januari 2018.

Mahasiswa yang terdaftar mengikuti wawancara berjumlah 139 orang dari Program S1 Reguler, Diploma III dan S1 Transfer.

“Wawancara akan dilaksanakan selama 2 hari mulai pukul 10.00 sd 13.00. Saat ini, sudah hampir 80% mahasiswa telah selesai diwawancarai, bagi yang belum bisa diwawancari hari ini, bisa berlanjut besok”, papar L. Budi Setyo, Kasubbag Mawalumni FEB saat ditemui di ruang kerjanya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa prosentase keringanan berkisar rata-rata 20% sd 30% dari UKT, ada pula yang mencapai 50% khususnya untuk mahasiswa yatim piatu.

Untuk memudahkan pelaksanaan wawancara, mahasiswa dibagi menjadi enam kelompok. Pengelompokkan ini hanya untuk memudahkan pembagian kepada 6 petugas pewawancara, tanggal, tempat dan waktu tetap sama.

Sejak tahun 2016, pelaksanaan seleksi dispensasi UKT melibatkan Kementerian Dalam Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB. “Keikutsertaan BEM adalah untuk mengfungsikan bidang advokasi BEM,” kata Budi.

Mahasiswa yang akan mengikuti wawancara, sebelumnya harus lolos seleksi berkas. Persyaratan yang harus dilengkapi mahasiswa berjumlah 12 item diantaranya surat permohonan tertulis ditujukan Rektor melalui Wakil Rektor Bidang umum dan Keuangan untuk mahasiswa baru dan melalui Dekan bagi mahasiswa lama dan ditandatangani oleh orang tua/wali pemohon; surat keterangan tidak mampu dari RT dan Kelurahan; fotokopi bukti pembayaran listrik atau bukti pembayaran PBB; surat pernyataan bermaterai dari orangtua yang menjelaskan tentang pekerjaan/mata pencaharian dan penghasilan per bulan serta tanggungan anggota keluarga dan diketahui oleh RT/Kelurahan; surat pernyataan bermaterai tidak sedang menerima beasiswa.

Berkas yang terkumpul kemudian diverifikasi dan dilakukan wawancara awal oleh BEM untuk mengetahui kondisi riil keluarga . Selanjutnya hasil verifikasi diajukan ke Bidang Mawalumni untuk bahan pelaksanaan wawancara oleh Tim dari Fakultas.

“Beberapa hari lalu, tim kami juga melakukan survei ke rumah-rumah mahasiswa yang telah mengajukan beasiswa maupun dispensasi UKT, dari hasil survei terlihat memang untuk mahasiswa program diploma lebih dari 50% dari kalangan biasa, orang tua mereka jika pun sebagai petani adalah penggarap, jika pemilik sawah, antara hasil dan biaya produksi, tidak seimbang, kadang mendapat laba tidak seberapa, jika pun orang tuanya pegawai swasta penghasilan antara 1-1,5 juta” tutup Budi, mengakhiri penjelasannya .

Komentar

Shares