Pembangunan Musala FEB UNS Solo dimulai Senin, 10 Juli 2017. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi; Dekan FEB, Dr.Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si; Ketua Panitia, Drs. Sinung Drajat, MM dan Perwakilan dari Masyarakat, Ibu Sunardi.

Kegiatan yang dilaksanakan seusai acara Silaturahmi Halal Bihalal Keluarga Besar FEB dihadiri oleh Pimpinan UNS, civitas akademika FEB serta perwakilan alumni dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pembangunan Musala, Sinung Drajat menjelaskan bahwa panitia yang terdiri dari alumni dan civitas akademika FEB UNS telah mempersiapkan tempat yang akan digunakan pembangunan musala di sebelah utara Gedung I FEB, semula tempat tersebut menjadi tempat parkir sepeda motor tenaga kependidikan dan dosen. Musala yang dibangun memiliki luas 144m2 dengan kapasitas 70 orang jamaah.

“Sebenarnya pembangunan Musala FEB sudah direncanakan sekitar Mei 2016 lalu, namun karena beberapa hal yang memang memerlukan waktu, hingga baru hari ini dapat mulai dilakukan pembangunannya. Diharapkan Musala FEB selesai dibangun dalam waktu lima atau enam bulan” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan meskipun dana yang tersedia masih belum mencukupi, namun pembangunan tetap akan dilaksanakan, panitia masih mengharapkan donasi khususnya dari para alumni dan civitas akademika FEB.

Rektor dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas rencana pembangunan musala FEB yang dilaksanakan dengan cara gotong royong oleh alumni, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan juga masyarakat, khususnya orang tua mahasiswa serta pimpinan FEB yang senantiasa mendorong segera terealisasikannya pembangunan musala ini.

“Pendidikan karakter adalah sesuatu yang sangat penting, dan musala, tepatnya peribadatan menjadi kata kunci yang tidak bisa dipisahkan dari budi luhur dan kebaikan masing-masing kita, khususnya kita sebagai civitas akademika dan alumni FEB”. Jelas Ravik.

Lebih lanjut Ravik menjelaskan, upaya pembangunan mushola ini menjadi amal jariyah yang tidak akan putus, seberapapun partisipasi kita sangat penting, kemanfaatannya akan terus berjalan bagi pembangunan karakter bangsa.
Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga partisipasi masyarakat menjadi penting untuk menyumbangkan apapun, salah satunya adalah untuk pembangunan Musala.

Komentar

Shares