Memasuki puasa di hari ke empat belas bulan Ramadhan, FEB adakan buka puasa civitas akademika FEB UNS bersama dengan anak yatim dan duafa, Jumat 09/6/2017 di Ruang Sidang II FEB UNS.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan FEB sekali dalam setahun ini diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa serta 28 anak yatim dan duafa dari Griya Yatim Duafa Surakarta dengan 2 orang pendamping.

Dekan FEB UNS, Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si. dalam sambutannya mengajak hadirin untuk selalu meningkatkan rasa syukur kepada Alloh atas nikmat yang senantiasa kita peroleh, sekecil apapun nikmat itu.

Pada sesi sambutan berikutnya, Lukman Hakim, SE, M.Si, Ph.D mewakili panitia pembangunan Mushola menyampaikan sosialisasi pembangunan Mushola FEB. “panitia memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar satu tahun untuk persiapan pembangunannya dan insyaalloh setelah lebaran nanti, tepatnya tanggal 10 Juli 2017, pembangunan akan mulai dilaksanakan” katanya.

Kajian sebelum buka puasa disampaikan oleh Sumardi, SE, M.Si, tenaga pendidik FEB dengan tema fadilah bulan Ramadhan dan keutamaan menyantuni anak yatim.

“Ramadhan merupakan madrasah bagi umat muslim dan puasa merupakan salah satu kurikulumnya. Tidak semua orang dimudahkan dalam menunaikan ibadah dan kebaikan-kebaikan di bulan Ramadhan, tilawah dan mengkhatamkan Quran, melaksanakan sholat-sholat wajib dan sunnah, bersedekah dan ibadah lainnya. Rejeki tidak hanya dalam bentuk materi, namun segala kemudahan pelaksanaan ibadah itu juga merupakan rejeki yang Alloh berikan, dan kita wajib bersyukur atas semua nikmat kemudahan itu” jelasnya.

Pada awal Ramadhan akan terdengar desiran angin, karena pada saat itu surga sudah dihiasi. Pintu neraka ditutup bagi umat yang menjalankan puasa. Bulan ini, Alloh memberikan pembebasan bagi orang yang pantas disiksa.
Dalam kajian tentang kebaikan menyantuni anak yatim, Sumardi menyampaikan hadits Rasulullah mengenai keutamaan mengusap kepala anak yatim, akan diberikan setiap helai yang diusap itu satu kebaikan, akan dihapus setiap usap helai rambut itu satu dosa dan akan dinaikkan setiap helai rambut yang diusap itu satu derajat.
Rasulullah bersabda,”Aku dan orang yang menanggung anak yatim, kedudukannya di surga seperti ini, kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya”.

Makna hadits di atas adalah orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah.

Sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim, selain buka puasa bersama, fakultas dan organisasi kemahasiswaan FEB juga memberikan kenang-kenangan kepada anak yatim dan duafa serta pengasuhnya.

Acara ditutup dengan buka puasa dan shalat berjamaah.

Komentar

Shares