“Dari data statistik, Indonesia merupakan negara yang jumlah entrepreneurnya belum banyak. Menurut Ciputra, tokoh pengusaha sukses Indonesia, negara yang maju mempunyai entrepreneur minimal 2%, Indonesia belum memiliki entrepreneur hingga 2% dari jumlah penduduk” jelas Lukman Hakim, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB dalam acara Diplomat Success Challenge, Selasa , 23 Mei 2017 di Aula FISIP UNS.

“Persoalan entrepreneur itu menjadi sesuatu yang sangat menarik. Dari hasil disertasi S3 saya yang bertopik Ekonomi Integrasi Asia Tenggara, ekspor Indonesia itu unik. Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat selalu lemah. Hal inilah yang menjawab kenapa nilai tukar kita terus melemah. Negara kita kaya akan sumber daya alam, pala, lada, cengkeh kopi dll. Tetapi yang menjual kebanyakan bukan kita, tetapi negara lain. Pengusaha-pengusaha kita kebanyakan lebih menjadi importir, impor barang-barang saja karena memang pasar kita besar, 250 juta penduduk Indonesia butuh sepatu, mobil, motor dan sebagainya. Kita hanya memberi label saja, kita tidak menambah nilai apapun” papar Lukman Hakim lebih lanjut.

Lukman Hakim berharap forum diskusi kewirausahaan seperti ini lebih digerakkan lagi agar memicu tumbuhnya pengusaha-pengusaha muda yang selanjutnya mampu meningkatkan ekspor Indonesia.

Talkshow kewirausahaan yang diikuti 250 peserta menghadirkan pengusaha muda yang telah sukses yaitu Eko Riyanto (Owner Nimco Indonesia), Parikesit Umpet (Owner Sego Kalong), dan Machmud Lufi Huzain (The 1st Winner DSC 2014).

Ketiga pembicara berbagi pengalaman saat mulai di dunia bisnis mereka hingga berhasil menjadi pengusaha sukses. Bisnis mereka pun tidak lepas dari rintangan, perlu perjuangan yang besar.

“Jangan takut memulai bisnis, ketika sudah ada pandangan langsung dieksekusi saja, jangan terlalu banyak pertimbangan karena waktu akan berjalan begitu cepat” jelas Eko Riyanto.

Komentar

Shares