Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, akan menghadirkan penemu Hobbit, manusia purba kerdil yang fosilnya ditemukan di Pulau Flores, Indonesia. Mereka akan berbagi pengetahuan pada Seminar Internasional bertajuk “Homo floresiensis dan Implikasinya sebagai Manusia” pada tanggal 10 Mei 2017, pukul 08.00-17.00 di Ruang Seminar, Gedung 3, lantai 2 FIB UNS. Homo floresiensis adalah spesies manusia purba yang fosilnya baru saja ditemukan di Pulau Flores pada tahun 2003 oleh suatu tim arkeolog, yang salah satunya adalah Thomas Sutikna, alumni Fakultas Ilmu Budaya UNS.

WhatsApp Image 2017-05-03 at 00.23.44

Homo floresiensis lalu lebih terkenal dengan istilah Hobbit, yaitu manusia kerdil dengan tinggi kurang lebih 106 cm. Temuan ini seakan memperdebatkan hipotesis Charles Darwin yang sudah dikenal luas oleh dunia mengenai proses evolusi manusia yang awalnya adalah “kera” dan melahirkan hipotesis baru bahwasanya selain adanya golongan kita yaitu homosapiens, pada masa purba hidup berdampingan dengan spesies manusia purba lain dengan ukuran yang berbeda dan karakteristik yang berbeda pula. Artinya, Homo sapiens tidak hadir karena proses evolusi ala Charles Darwin, akan tetapi selain kita/homosapiens, ada spesies lain yang hidup sebagai “manusia” pada masa purba.

Seminar ini akan menghadirkan para anggota tim ekskavasi Homo floresiensis lainnya: Matthew Tocheri (Lakehead Unibversity, Ontario Kanada), E. Grace Veatch (Emory University, USA), Jatmiko, E. Wahyu Saptomo, Bagyo Prasetyo, Priyatno Hadi (Puslit Arkeologi Nasional, Indonesia), selain juga sejarawan UNS, Suharyana.

Fakultas Ilmu Budaya merasa berkewajiban membuat kajian dan menyebarluaskan temuan Homo floresiensis ini kepada khalayak, terutama mereka yang memiliki perhatian pada sejarah peradaban manusia. Seminar ini terselanggara juga atas dukungan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (KAFIB). Thomas Sutikna tercatat lulus dari Program Studi Ilmu Sejarah UNS pada tahun 1988. Kemudian, pada tahun 2014 Thomson Reuters memasukkannya dalam daftar The World’s Most Influential Scientific Minds 2014. 

Sumber: http://fib.uns.ac.id

Komentar

Shares